Cerita Penulis

Wisda Fatihur Rozi, Di Mana Ada Kemauan, di Situ Ada Penghasilan Tambahan

Cerita sukses kali ini berasal dari seorang mahasiswa. Mahasiswa tersebut bernama Wisda Fatihur Rozi. Dirinya adalah mahasiswa S1 dari salah satu Universitas Negeri yang ada di Yogyakarta. Menurutnya, menulis bukan sekedar soal hobi, karena tanpa memiliki hobi pun seseorang bisa menulis.

Wisda pada awalnya juga bukan seorang yang memiliki hobi menulis. Kala itu dirinya iseng mencari kegiatan di kala liburan semester kuliahnya. Sampai pada akhirnya tak sengaja dirinya melihat artikel dari aplikasi BaBe. Dirinya membaca-baca artikel-artikel tersebut. Setelah membaca-baca artikel yang ada, Wisda melihat bahwa dirinya bisa juga menulis seperti itu. Tanpa berpikir panjang, Wisda mendaftarkan diri sebagai seorang kontributor BaBe.

Sebelum menulis, dirinya sempat membaca panduan menulis yang ada dari BaBe. Setelah dirasa cukup, dirinya menulis tulisan pertamanya. Tidak lama kemudian, ada pemberitahuan bahwa tulisannya ditolak karena alasan: Artikel Anda salah kanal. Tanpa menyerah, dirinya menulis beberapa artikel berharap ada artikel yang diterima. Sampai pada akhirnya satu artikel diterima dan terbit.

Semenjak ada satu artikel yang terbit, Wisda lebih semangat untuk selalu menulis artikel di BaBe. Yang membuat semangat jelas karena setiap artikel yang terbit bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tidak sampai setengah bulan pertama menulis di BaBe, dirinya mendapat email pemberitahuan bahwa dirinya mendapatkan tawaran menjadi kontributor tetap BaBe. Setelah mendapat penjelasan seperti apa kontributor tetap itu, akhirnya Wisda pun bergabung menjadi kontributor tetap BaBe.

Sebagai mahasiswa yang memiliki banyak waktu luang memang sangat mudah bagi dirinya menulis beberapa artikel per hari. Bahkan dirinya bisa mengirim 6-7 artikel sehari dikala dirinya libur kuliah. Dirinya menjadikan menulis sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luangnya. Sampai akhirnya kini dirinya menemukan keasyikan menulis.

Menulis ibarat memberi makan otak, karena ketika menulis otak bisa bekerja. Ketika otak bekerja, maka pikiran-pikiran positif akan selalu bermunculan,” ujar Wisda mantap.

Menurutnya, menulis itu bukan soal hobi. Menulis menurutnya hanya soal kemauan, karena mulai kecil pun kita sudah diajari dan belajar tentang menulis. Wisda berkata bahwa dirinya pun juga tidak memiliki hobi menulis, tetapi memiliki kemauan untuk menulis. Sebab ketika kemauan itu kuat, kita akan terlatih untuk terus meningkatkan diri sampai pada akhirnya terbiasa. Ketika kita memiliki kemauan menulis, kita akan terbiasa untuk melakukannya dan pada akhirnya menulis akan menjadi mudah.

Nah, tunggu apa lagi? Segera kumpulkan niat dan kemauanmu menjadi sebuah tindakan yang pasti, yaitu MENULIS DI BABE!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *