Cerita Penulis

Salahuddin, Guru Agama yang Jadi Penulis Artikel Islam di BaBe

Salahuddin adalah seorang guru Agama Islam berusia 45 tahun di SMAIT An-Qordova dan SMK Farmasi Cendikia Bandar Lampung. Selain itu, Salahuddin juga menjadi pengasuh sekaligus  guru ngaji  di TPA Firdaus Kampung Baru, Bandar Lampung. Sebagian besar waktu kerja Salahuddin dihabiskan untuk mengajar, di mana pada siang hingga sore hari ia habiskan di sekolah dan malam harinya (sampai waktu  isya) ia mengajar ngaji di TPA.

Namun, kesibukannya mengajar tidak membuatnya berhenti berkreatifitas. Salahuddin pun terjun menjadi penulis artikel di BaBe khususnya kanal Islam. Menjadi penulis BaBe ia lakukan di sela-sela waktu luang seperti pagi hari setelah salat subuh dan malam hari setalah salat isya, atau di jam-jam luang yang ia miliki.

Sebelum menulis untuk BaBe, sang guru ini memiliki blog pribadi yang ia kelola dan diisi dengan materi pelajaran Agama Islam untuk SMA/SMK serta pengetahuan umum lainnya. Sampai pada suatu ketika, ia mendapat informasi tentang menulis dan menemukan situs BaBe.

Salahuddin pun kemudian  mendaftar menjadi penulis di sana. Ia sempat terkejut  ketika mengetahui bahwa jumlah penulis BaBe saat itu mencapai 60 ribu lebih, bahkan terus bertambah. Dalam hatinya, ia ragu, apa mungkin ia  bisa bersaing dengan penulis sebanyak itu? Bahkan penulis-penulis berasal dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan berbeda pula. Ia merasa sangsi karena sebab  dirinya hanyalah seorang guru ngaji dan guru agama di SMA dan SMK.

“Walaupun sudah terbiasa mengajar, menasehati, dan memberi motivasi siswa ternyata tidak mudah menguatkan hati saya dan diri sendiri.”

Bukannya menyerah, Salahuddin yang sudah berbulat tekat dalam hati akhirnya tetap bergabung menjadi penulis BaBe. Ia merasa bahwa ilmu agama yang ia miliki bisa sedikit memberikan manfaat kepada lebih banyak orang lagi. Salahuddin pun  langsung menulis beberapa artikel untuk Kanal Islam hingga kurang-lebih berjumlah 20 artikel.

“Ternyata mudah kok menulis dan mengirim artikel untuk BaBe. Tanpa hambatan yang berarti, artikel yang saya tulis terkirim dengan selamat. Setelah beberapa hari menunggu, satu demi satu artikel yang saya kirimkan dikurasi oleh tim BaBe. Alhamdulillah, artikel-artikel saya mendapat perhatian serius dari tim Kurator, dan saya pun diberi masukan-masukan untuk memperbaiki tulisan saya.”


Dengan sabar, tekun, dan tentu  saja doa, satu demi satu tulisan yang sudah diberi masukan dan arahan oleh Kurator BaBe Salahuddin perbaiki. Walaupun akhirnya akhirnya ditolak kembali, namun dari penolakan itu justru  membuat Salahuddin menjadi paham, bahwa tulisannya belum memenuhi syarat. Ia pun semakin terpacu untuk terus memperbaiki lagi, lagi, dan lagi.

Setelah penolakan demi penolakan Salahuddin terima, ia menjadi semakin tahu kekurangan yang ada dalam artikelnya. Ia pun merasa ilmu tulis menulis bertambah berkat terus-menerus mengirim artikel di BaBe. Ia semakin paham dan tak patah semangat. Hingga akhirnya, setelah kurang lebih dua bulan menulis, Salahuddin mendapat sms tawaran untuk menjadi penulis tetap BaBe untuk Kanal Islam.

“Buat para penulis pemula yang juga ingin berkontribusi menyumbangkan artikelnya di BaBe, jangan ragu untuk memulai! Jangan lemah karena ditolak! Jangan malas memperbaiki dan ikuti saran yang telah diberikan oleh tim Kurator BaBe.”

Bagi Salahuddin usia bukanlah batasan untuk tetap menulis. Selama bersungguh-sungguh dan pantang menyerah, Salahuddin yakin tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Contoh saja dirinya, dengan berbagai aktifitas dari  pagi sampai  malam, ia masih bisa menyempatkan waktu untuk menulis. Selain semangatnya yang besar untuk terus belajar, ia memiliki tekad untuk terus memberikan manfaat dari sedikit ilmu yang ia miliki. Jadi pertanyaannya, apakah mau untuk berusaha?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *